Dunia
🇵🇰 PakistanPakta Pertahanan Turki, Arab Saudi, Pakistan: Apa Yang Dibawanya Ke Kawasan

Perjanjian pertahanan bersama antara Turki, Arab Saudi, dan Pakistan terus menarik perhatian. Presiden Recep Tayyip Erdoğan, Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menandatangani "Perjanjian Pertahanan Bersama" di Mekah pada 7 Agustus. Para pihak menyatakan bahwa perjanjian tersebut tidak menargetkan negara mana pun dan bersifat murni defensif.
Berdasarkan perjanjian, serangan militer potensial terhadap salah satu dari tiga negara akan dianggap sebagai serangan terhadap semuanya. Mantan kepala intelijen Saudi, Pangeran Turki al-Faisal, dalam sebuah artikel baru-baru ini, menekankan bahwa perjanjian tersebut pada dasarnya defensif. Ia mencatat bahwa Ankara, Riyadh, dan Islamabad memiliki "kepentingan geostrategis yang kritis" dan ketiga negara dapat berkontribusi untuk mengisi kesenjangan strategis yang timbul dari konflik regional.
Menurut al-Faisal, kapasitas geostrategis dan militer yang saling melengkapi dari ketiga negara dapat membantu memulihkan keseimbangan kekuatan di kawasan. Melalui aliansi mereka, Arab Saudi, Turki, dan Pakistan berpotensi menjadi aktor strategis yang signifikan yang mampu menangani ancaman yang lebih luas yang ditujukan pada diri mereka sendiri atau kawasan. Artikel yang diterbitkan di media Saudi Arab News menyatakan bahwa peran Riyadh dalam aliansi tidak dapat dijelaskan hanya oleh kekuatan finansialnya atau upayanya untuk keamanannya sendiri.
Artikel itu menyoroti bahwa negara tersebut adalah aktor geopolitik utama karena lokasi strategisnya, cadangan minyak, kapasitas produksi, pengaruh di dunia Islam, hubungan diplomatik, dan kemampuan militernya. Tulisan itu juga menunjukkan bahwa aliansi tersebut berpotensi meluas melampaui tiga negara untuk mencakup negara lain yang memiliki tujuan strategis serupa.
Sumber: Middle East Eye, Independent Türkçe
- Conflict
- Pakistan
- World
- Pakta
- Turki
Paling dibaca di kategori ini
Memuat artikel…