Kesehatan
🇪🇸 SpanyolIkan Tuna Kalengan: Andalan Bekal Makan Siang Yang Aman Dikonsumsi

Ikan tuna kalengan menjadi andalan bekal makan siang bagi banyak orang karena harganya terjangkau, tinggi protein, dan tidak perlu dimasak, namun kekhawatiran tentang kandungan merkuri sering muncul.
Ikan tuna kalengan adalah makanan pokok untuk bekal makan siang. Harganya terjangkau, tinggi protein, dan tidak perlu dimasak, menjadikannya pilihan bergizi dan praktis untuk hari-hari sibuk. Namun, jika Anda makan tuna hampir setiap hari, Anda mungkin bertanya-tanya apakah ada batas amannya.
Kekhawatiran biasanya berkaitan dengan merkuri, yang bisa berbahaya dalam jumlah tinggi, terutama selama kehamilan dan anak usia dini. Sebagian besar tuna kalengan yang dijual di Australia berasal dari spesies tuna yang lebih kecil, seperti cakalang dan madidihang, yang umumnya mengandung merkuri jauh lebih rendah dibandingkan ikan predator besar seperti hiu dan ikan todak. Food Standards Australia New Zealand (FSANZ) menetapkan batas asupan mingguan sementara (PTWI) sebesar 3,3 mikrogram per kilogram berat badan per minggu untuk kebanyakan orang, dan setengahnya untuk ibu hamil.
Sebuah studi Spanyol 2025 menemukan rata-rata konsentrasi merkuri 0,138 mg/kg dalam 60 kaleng tuna, yang berarti satu kaleng kecil 95g mengandung sekitar 13 mikrogram merkuri—kurang dari 6% batas mingguan untuk orang dewasa 70kg. Untuk anak usia empat tahun (20kg), dua hingga tiga kaleng tuna per minggu masih dalam batas aman.
Sumber: Conversation AU
Paling dibaca di kategori ini
Memuat artikel…