Kriminal
🇲🇦 MarokoRaja Maroko Pimpin Upacara Maulid Di Istana Kerajaan Rabat

Raja Mohammed VI, dalam kapasitasnya sebagai Amirul Mukminin, memimpin upacara keagamaan di Istana Kerajaan di Rabat pada Senin menandai Maulid, peringatan kelahiran Nabi Muhammad. Raja didampingi oleh Putra Mahkota Moulay El Hassan, Pangeran Moulay Rachid, dan Pangeran Moulay Ahmed. Upacara tersebut mencakup pembacaan Al-Qur'an dan penampilan lagu-lagu keagamaan yang memuji Nabi.
Menteri Wakaf dan Urusan Islam Ahmed Toufiq menyerahkan kepada Raja laporan tahunan yang mencakup pekerjaan Dewan Tinggi Ulama dan dewan-dewan keagamaan lokal Maroko. Toufiq mengatakan dewan-dewan tersebut telah menyelenggarakan program pengajaran agama dan pertemuan ibadah selama setahun mengikuti arahan kerajaan yang dikeluarkan selama peringatan Maulid sebelumnya. Program tersebut menandai 15 abad lunar sejak kelahiran Nabi.
Menteri menggambarkan keterikatan Maroko kepada Nabi sebagai memiliki dimensi politik dan emosional. Ia mengaitkan dimensi politik dengan institusi negara Amirul Mukminin dan sumpah setia, yang menurutnya melindungi wilayah nasional, prinsip-prinsip agama, dan arbitrase di antara berbagai lapisan masyarakat. Toufiq menghubungkan dimensi emosional dengan tradisi ilmiah Maroko dalam menulis tentang Nabi, mengutip Al-Shifa oleh Qadi Iyad dan Al-Durr al-Munazzam oleh Abu al-Abbas al-Azafi, keduanya terkait dengan Ceuta, serta Dala'il al-Khayrat oleh Imam al-Jazuli.
Ia mengatakan para ulama Maroko juga menerapkan program "Tasdid al-Tabligh", yang berupaya mengkomunikasikan ajaran agama dalam bahasa yang jelas dan menghubungkan iman dengan perilaku etis dan tanggung jawab sosial yang praktis. Toufiq kemudian menyerahkan kepada Raja edisi baru yang diterbitkan dari Dhakhirat al-Muhtaj fi al-Salat ala Sahib al-Liwa wa al-Taj, sebuah karya besar Maroko yang didedikasikan untuk doa dan berkah kepada Nabi. Kementerian Wakaf menyiapkan edisi tersebut menggunakan puluhan manuskrip yang disimpan di perpustakaan kerajaan, publik, dan swasta di Maroko dan luar negeri.
Publikasi tersebut merupakan bagian dari program yang diperintahkan oleh Raja untuk memperingati 15 abad lunar sejak kelahiran Nabi dan menghidupkan kembali keilmuan Maroko tentang subjek tersebut. Kementerian menggambarkan karya tersebut sebagai salah satu tulisan Maroko paling ekstensif yang didedikasikan untuk berkah kepada Nabi.
Sumber: Hespress Politics
Paling dibaca di kategori ini
Memuat artikel…