Teknologi
Kemerosotan IPO Spacex dan Saingan AI Tiongkok Memicu Kegelisahan Pasar Saham
SpaceX milik Elon Musk mengalami penurunan harga sahamnya di bawah harga penawaran umum perdana (IPO) hanya sebulan setelah pencatatan, sehingga meningkatkan keraguan terhadap booming AI dan memicu ketidakpastian pasar yang lebih luas.
Ringkasan
- IPO SpaceX mengumpulkan $85 miliar tetapi sahamnya turun di bawah harga mengambang dalam sebulan.
- Startup Tiongkok, Moonshot, merilis model Kimi K3 AI, menyaingi model-model besar Amerika dengan biaya lebih rendah.
- Belanja AI raksasa teknologi AS dan pelonggaran peraturan SEC menghadapi pengawasan baru.
IPO tersebut, yang mengumpulkan $85 miliar ($121 miliar) dan menghasilkan sekitar $500 juta biaya untuk bank investasi Wall Street, dianggap sebagai sebuah tonggak sejarah. Namun, penurunan cepat saham tersebut di bawah harga mengambangnya dipandang sebagai teguran bagi para analis dan Nasdaq, yang melonggarkan aturan pencatatan untuk pencatatan tersebut. Sementara itu, startup Tiongkok bernama Moonshot telah merilis model AI, Kimi K3, yang menyaingi atau mengungguli model andalan dari Anthropic dan OpenAI dengan biaya yang lebih murah, sehingga berpotensi memicu perang harga dan mengancam pengeluaran besar-besaran oleh raksasa teknologi AS.
Volatilitas saham semikonduktor mencerminkan kecemasan investor terhadap keberlanjutan ledakan AI. Keputusan SEC pada bulan Desember lalu untuk melonggarkan peraturan analis juga mendapat sorotan.
Sumber: ABC News AU


