Dunia
Surat Kabar Mengklaim Bahwa Departemen Pertahanan AS Tidak Membagikan Informasi Kepada Publik Tentang Beberapa Serangan Iran Baru-baru Ini

Ringkasan
- Menurut pemberitaan NYT, berdasarkan pernyataan pejabat AS, angka yang diumumkan Pentagon terkait konflik AS dan Iran belakangan ini tidak sesuai fakta.
- Pejabat anonim mengklaim bahwa sebelum serangan di Yordania, yang menewaskan 2 tentara AS dan satu hilang, Iran melakukan 3 serangan lagi terhadap pasukan AS di negara ini.
- Pihak berwenang mengklaim banyak tentara AS terluka dan banyak helikopter AS rusak dalam serangan tersebut.
- Di sisi lain, pernyataan Pentagon tidak mencakup serangan-serangan tersebut dan kerusakan yang ditimbulkannya.
Surat kabar New York Times mengklaim bahwa Departemen Pertahanan AS (Pentagon) tidak membagikan informasi kepada publik tentang beberapa serangan Iran baru-baru ini terhadap pasukan AS dan bahwa banyak tentara AS terluka dalam serangan tersebut. Menurut pemberitaan NYT, berdasarkan pernyataan pejabat AS, angka yang diumumkan Pentagon terkait konflik AS dan Iran belakangan ini tidak sesuai fakta. Pejabat anonim mengklaim bahwa sebelum serangan di Yordania, yang menewaskan 2 tentara AS dan satu hilang, Iran melakukan 3 serangan lagi terhadap pasukan AS di negara ini.
Pihak berwenang mengklaim banyak tentara AS terluka dan banyak helikopter AS rusak dalam serangan tersebut. Di sisi lain, pernyataan Pentagon tidak mencakup serangan-serangan tersebut dan kerusakan yang ditimbulkannya. Seorang pejabat militer juga mengatakan bahwa Komando Pusat AS (CENTCOM) tidak berkewajiban untuk berbagi informasi tentang tentara yang terluka selama mereka segera kembali bertugas.
CENTCOM mengumumkan bahwa 2 tentara tewas dan satu tentara hilang dalam serangan Iran terhadap pangkalan AS di Yordania pada 17 Juli. Pentagon mencatat bahwa identitas kedua tentara ini telah ditentukan dan penyelidikan atas insiden tersebut sedang berlangsung. CENTCOM mengumumkan bahwa seorang tentara kehilangan nyawanya dalam penghancuran terkendali persenjataan yang belum meledak milik kendaraan udara tak berawak (UAV) Iran di Irak pada 18 Juli. Dengan insiden di Irak, jumlah tentara AS yang dinyatakan tewas dalam perang yang dimulai dengan serangan AS dan Israel terhadap Iran pada bulan Februari meningkat menjadi 17.
Sumber: TRT Haber






