Dunia
Genderang 'Berbicara' Sakral Yang Dijarah Tentara Prancis Pada 1916 Kembali Ke Desa Asalnya Di Pantai Gading Setelah 110 Tahun'

Djidji Ayokwe, yang digunakan komunitas Ebrie untuk mengirim pesan dan memperingatkan bahaya, secara resmi dikembalikan oleh Prancis pada Februari.
Genderang 'berbicara' sakral yang dijarah tentara Prancis pada 1916 telah kembali ke desa asalnya di Pantai Gading setelah 110 tahun. Djidji Ayokwe, yang digunakan komunitas Ebrie untuk mengirim pesan dan memperingatkan bahaya, secara resmi dikembalikan oleh Prancis pada Februari. Kembalinya genderang ini menandai berakhirnya ketidakhadiran selama satu abad dari komunitas asalnya.
Masyarakat Ebrie menggunakan instrumen ini untuk komunikasi dan peringatan sebelum diambil pada era kolonial. Prancis secara resmi memulangkan artefak tersebut awal tahun ini, memungkinkannya dipulihkan ke tempat asalnya.
Sumber: Al Jazeera English
Paling dibaca di kategori ini
Memuat artikelโฆ