Kesehatan
Studi 35 Tahun: Paparan Pestisida Tingkatkan Risiko ALS 61-71%

Penelitian ini berfokus pada paparan pekerjaan, mencatat bahwa pekerja seperti buruh panen, pencampur pestisida, staf rumah kaca, dan pengepak gudang dapat menghirup atau menyerap dosis tinggi dengan cepat. Pria yang terpapar di tempat kerja dua kali lebih mungkin mengembangkan ALS dibandingkan yang tidak. Pestisida adalah bahan kimia yang digunakan untuk mengendalikan gulma, serangga, hewan pengerat, dan jamur, sementara ALS merusak neuron motorik, menyebabkan kelemahan otot, kelumpuhan, dan kematian.
Sekitar 35.000 orang di AS menderita ALS, dan sekitar 80% meninggal dalam lima tahun setelah diagnosis. Studi ini menetapkan hubungan tetapi bukan hubungan sebab-akibat langsung. Penelitian sebelumnya mengaitkan paparan dosis tinggi dengan penyakit darah, masalah pernapasan, gangguan hormonal, kerusakan saraf, infertilitas, dan beberapa kanker.
Sumber: Diken