Sains
8.000 Orang: Kota Spanyol Menjadi Pusat Dunia Ilmiah Saat Gerhana Matahari Total

Pada 28 Mei 1900, para astronom dari Inggris, Prancis, Jerman, dan Amerika Serikat berkumpul di kota Extremadura, tertarik oleh posisinya di dalam jalur totalitas sempit sepanjang 70 kilometer yang hanya berlangsung 80 detik. Para pengunjung membawa peralatan canggih, termasuk teleskop seukuran meriam dan kamera raksasa, beberapa diangkut dengan gerobak sapi setelah tiba hanya 11 hari sebelum acara. Warga setempat mengubah rumah, halaman, dan teras mereka menjadi observatorium dan penginapan darurat, sementara kafe dipenuhi obrolan multibahasa.
Observatorium Madrid memperoleh dana untuk dua teleskop 20 sentimeter dari perusahaan Grubb di Dublin, meskipun penundaan birokrasi berarti mereka tiba tepat sebelum gerhana. Ekspedisi bertujuan memotret korona matahari dengan detail yang belum pernah ada, mencari planet hipotetis Vulcano, menangkap spektrum kilat yang singkat, atau mengukur perubahan suhu dan angin selama totalitas. Misteri Vulcano kemudian dipecahkan oleh teori relativitas umum Einstein 15 tahun kemudian.
Sumber: El Mundo
Paling dibaca di kategori ini
Memuat artikel…