Pendidikan
Wangchuk Berpuasa 26 Hari Di Panas Terik Delhi, Hanya Konsumsi Garam dan Air

Protes yang dipimpin kaum muda telah melemahkan Perdana Menteri India Narendra Modi secara mengerikan, kata aktivis pendidikan Sonam Wangchuk, yang mogok makannya menggerakkan gerakan tersebut.
Protes yang dipimpin kaum muda telah melemahkan Perdana Menteri India Narendra Modi "secara mengerikan", kata aktivis pendidikan Sonam Wangchuk, yang mogok makannya menggerakkan gerakan tersebut. Wangchuk mengatakan kepada BBC bahwa suasana di negara itu telah berubah setelah demonstrasi massal yang memicu pengunduran diri Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan pada 25 Juli. Kaum muda kini lebih percaya diri bahwa mereka dapat "mengubah hal-hal jika mereka mau" dan merasa tidak harus "menerima semuanya dengan pasrah", kata pria berusia 59 tahun itu.
Gerakan "kecoa" tersebut menampilkan salah satu demonstrasi publik terbesar terhadap pemerintahan Modi, yang telah berkuasa sejak 2014. Gerakan ini mengambil nama dari pernyataan hakim agung India, yang menuai kritik setelah membandingkan sebagian pengangguran muda dengan "kecoa" selama sidang pengadilan. Wangchuk berpuasa di panas terik Delhi selama 26 hari pada Juni dan Juli, hanya mengonsumsi garam dan air. Dia mengatakan kini telah mendapatkan kembali enam dari 11 kg yang hilang. Aktivis tersebut.
Sumber: BBC Asia




