Politik
Turki Bereaksi Terhadap RUU Kerangka Kerja Yang Diajukan Ke Parlemen Untuk Memberikan Dasar Hukum Bagi Resolusi Baru

RUU 12 pasal yang berjudul 'Usulan Undang-Undang untuk Memperkuat Solidaritas Nasional dan Integrasi Sosial' diperkirakan akan disahkan parlemen pada Selasa. Juru bicara AKP Ömer Çelik mengatakan pengajuan RUU tersebut menandai tahap terpenting dari proses dua tahun, seraya menambahkan bahwa arahan Presiden Recep Tayyip Erdoğan membentuk proses tersebut. Pemimpin Partai İyi Müsavat Dervişoğlu mengkritik RUU tersebut, menyebutnya 'republik kedua' dan menuduh para penandatangannya menandatangani 'Sevr, bukan Lausanne'.
Ketua bersama Partai DEM Tülay Hatimoğulları dan Tuncer Bakırhan mengumumkan dukungan mereka, mengatakan mereka membuka halaman baru dalam sejarah politik Turki. Anggota parlemen HÜDA-PAR Şehzade Demir mengatakan partainya mendukung RUU tersebut meskipun ada reservasi prosedural. Wakil ketua Partai Yeniden Refah Suat Kılıç menyerukan referendum, mengatakan publik dan anggota parlemen tidak mendapat informasi. Wakil Menteri Dalam Negeri Bülent Turan membela proses tersebut, mengatakan parlemen adalah bangsa itu sendiri.
Sumber: BBC Türkçe





