Dunia
Berbeda Dari Upaya Sebelumnya, Rencana Ini Lebih Rinci, dan Trump Sinyalkan Mungkin Tekan Israel Lebih Keras
Presiden AS Donald Trump memuji rencana perdamaian Gaza yang baru sebagai terobosan bersejarah, tetapi para ahli melihat ada harapan dan bahaya.
Presiden AS Donald Trump memuji rencana perdamaian Gaza yang baru sebagai 'terobosan bersejarah', tetapi para ahli melihat ada harapan dan bahaya. Kesepakatan yang diumumkan pekan lalu ini bertujuan mengakhiri pertempuran dan meringankan krisis kemanusiaan, namun sejauh ini memicu kebuntuan baru. Berbeda dari upaya sebelumnya, rencana ini lebih rinci, dan Trump telah memberi sinyal bahwa ia mungkin akan menekan Israel lebih keras.
Hamas, setelah bertahun-tahun melakukan perlawanan, setuju pada bulan Juli untuk melucuti senjata dan menyerahkan kekuasaan kepada Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG). Muhammad Shehada, peneliti tamu di Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri, mengatakan konsesi ini bersejarah, meskipun mungkin merupakan taktik untuk mengekspos Israel sebagai penghalang. 'Mereka tidak akan membuat konsesi besar dan bersejarah seperti itu kecuali jika mereka benar-benar terpojok, katanya kepada DW. Jika Israel menerima, Hamas akan terkunci, karena mengingkari akan memberi Israel dalih untuk melanjutkan operasi.
Sumber: DW World





