Sains
Temuan Ini Menyoroti Perlunya Pemantauan Yang Lebih Baik Terhadap Predator Invasif Untuk Mendukung Upaya Konservasi
Kucing liar di Australia membunuh lebih banyak satwa liar asli daripada perkiraan sebelumnya, dengan studi baru mengungkapkan bahwa mereka mengancam hingga 200 dari 700 spesies mamalia yang berisiko di benua tersebut. Para peneliti dari University of New South Wales menggunakan analisis DNA forensik pada isi perut kucing, menemukan sisa-sisa mangsa yang terlewatkan oleh metode tradisional, termasuk katak bertubuh lunak. Studi yang diterbitkan di Wildlife Research ini menunjukkan bahwa kucing mungkin membunuh dua kali lebih banyak spesies mamalia dan tiga kali lebih banyak spesies burung daripada yang ditunjukkan oleh tinjauan sebelumnya, yang memperkirakan 1,5 miliar hewan asli terbunuh setiap tahun.
Para ilmuwan mendesak pembuatan 'zona aman' berpagar untuk melindungi satwa liar yang rentan dari kucing, rubah, dan kelinci, memungkinkan spesies asli pulih dalam kondisi pra-kolonial. Temuan ini menyoroti perlunya pemantauan yang lebih baik terhadap predator invasif untuk mendukung upaya konservasi.
Sumber: Independent World


